Kebakaran di Batu Merah Ambon, 7 Rumah dan Kos 20 Kamar Terbakar
Berita Ambon Terbaru Berita Maluku Terbaru Ambon, Maluku (MataMaluku) – Kebakaran melanda kawasan permukiman padat penduduk di Lorong Balpus, RT 002/RW 001, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Maluku, Jumat (28/8/2026) pagi.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 09.40 WIT. Api dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan di sekitarnya. Kondisi angin yang cukup kencang membuat kobaran api semakin mudah menjalar di kawasan permukiman tersebut.
Warga yang panik berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Sebagian warga juga berusaha mengamankan barang-barang berharga yang masih memungkinkan untuk diselamatkan dari dalam rumah.
Sebelum petugas pemadam kebakaran tiba, warga sekitar turut berupaya memadamkan api dengan menggunakan peralatan seadanya. Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah api semakin meluas ke bangunan lain yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Kepala Bidang Operasi Pemadam Kebakaran, Yanes Leinussa, mengatakan berdasarkan informasi awal yang diterima petugas, kebakaran diduga dipicu oleh penggunaan kompor konvensional.
“Penyebabnya, maaf, informasi yang katong dapat ini kayaknya kebakaran dari kompor. Kompor-kompor konvensional,” kata Yanes saat memberikan keterangan terkait penanganan kebakaran.
Menurut Yanes, pendataan sementara menunjukkan terdapat tujuh rumah dan satu bangunan kos yang terdampak kebakaran. Bangunan kos tersebut diketahui memiliki sekitar 20 kamar.
“Ada tujuh rumah, enam rumah tambah satu kos-kosan. Kos-kosannya ada 20 kamar,” ujarnya.
Untuk menangani kobaran api, petugas pemadam kebakaran mengerahkan sejumlah armada ke lokasi. Sedikitnya empat unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan, dibantu satu mobil suplai serta kendaraan pendukung lainnya.
“Katong keluar ada sekitar empat unit. Empat unit pemadam kebakaran, mobil suplai, sama mobil pendukung,” jelas Yanes.
Dalam proses pemadaman, empat orang dilaporkan mengalami luka-luka. Dua korban di antaranya merupakan petugas pemadam kebakaran yang diduga terkena reruntuhan bangunan saat berupaya mengendalikan api. Keduanya juga dilaporkan mengalami sesak napas.
Sementara itu, dua warga lainnya dilaporkan mengalami sengatan listrik. Seluruh korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
Petugas pemadam kebakaran terus melakukan penanganan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala dan mencegah kebakaran meluas ke bangunan lain di sekitar permukiman.
Hingga berita ini ditulis, jumlah pasti bangunan yang terdampak serta tingkat kerusakan akibat kebakaran masih dalam proses pendataan. Petugas terkait juga masih melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian.
Di sisi lain, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Dugaan awal mengarah pada penggunaan kompor konvensional berdasarkan informasi awal yang diterima petugas pemadam kebakaran.
Namun, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian. Masyarakat di sekitar lokasi juga diimbau tetap berhati-hati terhadap potensi kebakaran, terutama saat menggunakan peralatan memasak dan sumber listrik di kawasan permukiman padat penduduk.