Target Juli Terlewati, Proyek Sekolah Rakyat Rp250 Miliar di Holo Masih Dikerjakan

Berita Maluku   Berita Maluku Tengah  Masohi, Maluku Tengah (MataMaluku) – Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi di Kelurahan Holo, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah, hingga Senin (10/8/2026) belum sepenuhnya rampung. Kondisi tersebut membuat target penyelesaian proyek yang sebelumnya ditetapkan pada Juli 2026 terlewati.

Proyek pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi tersebut dikerjakan oleh PT Nindya Karya dengan nilai pekerjaan sekitar Rp250 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025/2026.

Berdasarkan pantauan di lokasi, aktivitas pembangunan masih terlihat di sejumlah bagian kompleks sekolah. Para pekerja masih melakukan pekerjaan konstruksi maupun tahap penyelesaian atau finishing pada beberapa bangunan.

Sejumlah bangunan memang telah berdiri dan bentuk kompleks sekolah mulai terlihat. Namun, beberapa bagian masih membutuhkan pengerjaan sebelum seluruh fasilitas dinyatakan selesai dan siap digunakan.

Pekerjaan yang masih berlangsung di antaranya terlihat pada gedung serbaguna, asrama putri serta pengerjaan plafon di sejumlah bangunan. Aktivitas pekerja di beberapa titik menunjukkan bahwa proses pembangunan masih berjalan.

Sekolah Rakyat Terintegrasi di Holo dirancang sebagai kompleks pendidikan terpadu yang memiliki berbagai fasilitas pendidikan dan pendukung. Kompleks tersebut mencakup gedung sekolah untuk jenjang SD, SMP dan SMA, ruang guru, gedung serbaguna, tempat ibadah, asrama putra dan putri, serta fasilitas olahraga.

Pembangunan fasilitas tersebut diharapkan dapat menghadirkan sarana pendidikan yang memadai dan mendukung proses belajar mengajar bagi peserta didik di Kabupaten Maluku Tengah.

Namun, dengan terlewatnya target penyelesaian pada Juli 2026, kepastian waktu rampungnya seluruh pekerjaan kini menjadi perhatian masyarakat.

Informasi yang diperoleh dari masyarakat di sekitar lokasi menyebutkan bahwa aktivitas pembangunan diperkirakan masih akan berlangsung hingga akhir Agustus 2026. Jika pekerjaan benar berlangsung hingga periode tersebut, proyek dipastikan mengalami keterlambatan dari target awal yang telah ditetapkan.

Masyarakat berharap keterlambatan tersebut tidak berdampak terhadap kualitas pekerjaan maupun rencana pemanfaatan kompleks Sekolah Rakyat. Mereka meminta agar seluruh pekerjaan diselesaikan sesuai spesifikasi teknis, standar kualitas konstruksi dan ketentuan yang tercantum dalam kontrak pekerjaan.

Selain itu, masyarakat juga mengharapkan adanya keterbukaan mengenai perkembangan pembangunan, termasuk penyebab target penyelesaian Juli 2026 belum tercapai serta kepastian jadwal terbaru penyelesaian seluruh fasilitas.

Aspek keselamatan dan kelayakan bangunan juga menjadi perhatian penting. Sebelum digunakan oleh siswa dan tenaga pendidik, seluruh bangunan diharapkan telah melalui pemeriksaan dan dinyatakan memenuhi standar keamanan serta kelayakan fungsi.

Hingga berita ini diterbitkan, konfirmasi kepada pihak terkait mengenai perkembangan pembangunan, faktor yang menyebabkan keterlambatan serta target penyelesaian terbaru masih dilakukan.

MataMaluku akan terus memantau perkembangan pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi di Holo, termasuk kepastian penyelesaian seluruh fasilitas dan waktu mulai digunakannya kompleks pendidikan tersebut.